Sabtu, 23 Januari 2010

Uktukmu Ukhti Fillah 2 >>>>

Dikutip dari seorang Saudaraku yang cukup geram dengan kondisi akhwat saat ini...
dan sayapun menuliskannya dini hari...karena saya berfikir bahwasannya ini harus segera disampaikan...saat ini...dan tidak untuk ditunda lagi...

Oleh (titis wira iriyanti_nisrina.com)
Tetangga kamar di kontrakan...
ana uki bukhi fillah...


ASalam’alaykum..
Teruntuk Saudariku para Facebookers…

Dear my Sisters Muslimah Sholehah…

Beberapa hari ini saya sengaja log-in di FB malam (lewat HP tua saya, jadi tidak akan terlihat OL. Hehe…), hanya ingin sekedar melihat-lihat.

Ternyata saya mendapati beberapa akhwat/ muslimah posting dan bahkan ada yang saling comment dengan lawan jenis, di atas pukul 20.00 WIB (Weeew….).

Untuk akhwat yang di Solo – khususnya kampus - sudah tidak asing lagi dengan jam malam pukul 20.00, dimana, alangkah AHSANnya alias alangkah BAIKnya ketika kita para muslimah tidak keluar kos dan tidak berkomunikasi dengan ikhwan/ laki-laki di atas jam itu (kecuali syar’i dan darurot mbakyu…).

Ketika kita bisa mengaplikasikannya di dunia nyata

- misalnya: sampe dibela-belain masak mi instant aja dari pada keluar cari makan, atau dibela-belain nggak bales sms ikhwan padahal lagi seru-serunya debat…(Lhoo…?!!! Nggak keren. Debat kok lewat sms) Misalnya aja lho ya…. -

kenapa tidak bisa juga kita aplikasikan di dunia maya (dumay)…?


***


Mungkin ada yang ber-apologi, “saya kan tidak di lingkungan kampus….”
Oke, sekarang kita KELUAR dari konteks ke-KAMPUSan dan aturan JAM MALAM.

Tidak perlu dua hal itu (kampus dan jam malam) untuk menahan kita gentayangan di dumay malam-malam.
Cukup ini saja,
“Bukankah seorang muslimah mempunyai izzah (harga diri)? “

Izzah yang harus dijaga untuk menjaga kehormatan agamanya.
Izzah yang harus dijaga dalam rangka menghindari fitnah.

Kalo kita gentayangan di dumay malam-malam, apakah tidak sama seperti kita gentayangan di dunyat malam-malam juga? (halah…opo kuwi…? Maksud saya dunia nyata)

Kalo kita ngobrol sama lawan jenis di dumay malam2, sama aja dong kita keluar malam, janjian sama dia, ngobrol sambil nongkrong di angkringan (kenapa sih harus angkringan…?!! Suka-suka saya aja ;p)

Kalo kita posting sesuatu di dumay malam2, sama aja dong kita teriak-teriak (nggak usah teriak-teriak deh, tapi ngomong sendiri) di pinggir jalan malam2 nunggu orang lewat berkomentar… (ya ndak?)

Nah….sama aja kan….?!!!

sebenarnya tidak apa2 dilakukan...ketika memang ada uzur syar'i...
cumaaan sejauh ini, mbok saya lihat dari sisi mana juga, tidak ada uzur syar'inya sama sekali.

apakah jika kita tidak comment atau update status saat itu juga akan ada sebuah kemadharatan? apakah akan ada yang cidera karena itu? apakah akan ada yang meninggal? apakah akan menyebabkan perang dunia?

sepertinya.... TIDAK.
kalo bisa ditunda besok paginya, kenapa tidak? ya ndak... ^^

Oleh karenanya muslimah sholehah…
Kalo kita ingin orang lain menghargai kita, maka hargai lah diri kita.
Bagaimana mas X atau akh Z nggak telp kita malam2, lha wong mereka sering mendapati kita sering gentayangan di Dumay malam hari… Ya… wajar…

Orang akan menghargai kita, sebagaimana kita mengharagai diri kita sendiri.
Kalo kita tersinggung dengan sikap orang lain yang kita anggap tidak menghargai dan menghormati kita (telp dan sms nggak penting ke kita malam2, misalnya), balik tanya dulu deh..ke diri kita..sudah sejauh mana kita menghargai diri sendiri…


Saudariku…

Kesimpulannya adalah:
mari saling mengingatkan dan jangan tidur ba’da subuh (lho…?!)




Tadzkiroh ini saya persembahkan untuk diri saya sendiri dan saudari-saudari saya yang saya sayangi karena Alloh SWT, insya Alloh…



NB2 : copy paste dari note saudari saya insyaalloh sudah mendapat ijin beliau..semoga bermanfaat dan berusaha untuk saling mengingatkan..KARENA AKHWAT, KARENA WANITA adalah spesial..so...

Untukmu Ukhti Fillah>>>>

Tulisan ini adalah pengingat untuk kita semua...
mencoba untuk menyampaikan kepada Saudariku yang lain...

message from SHSN (Satu Hari Satu Nasihat)
Gemma Ayu Dewanti November 21 at 6:16am Reply

dari seorang akhi ..

Buat Saudariku

yang dirahmati oleh Allah


Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh

Ukhti yang baik,

Kecantikan adalah anugerah. Senyum manis adalah berkah. Sungguh karunia dari Allah bahwa wanita diciptakan memiliki kecantikan yang sangat mempesona. Dan kecantikan itulah yang akan menjadi jalannya menuju surga, jika ia mampu membarenginya dengan akhlaq yang mulia.

Rasulullah menjelaskan bahwa di antara fitrah lelaki adalah menyukai kecantikan wanita. Bahkan ‘Aisyah yang merupakan salah seorang shahabiyah paling pandai di masa itu, terkenal pula karena kecantikannya. Rasulullah menjulukinya Humaira`: Gadis yang pipinya merona merah.

Dan karena kecantikannya itu, wanita dapat mengumpulkan pahala yang sebesar-besarnya dari Allah. Caranya? Bersyukurlah atas nikmat yang Allah berikan itu dan pandailah menjaga diri. Rasulullah mengajarkan cara bersyukur itu dengan membiasakan diri membaca do’a tatkala bercermin yang maknanya,

“Ya Allah… Sebagaimana Engkau telah mengelokkan parasku, elokkan pulalah akhlaqku…”

Ukhti yang dijaga oleh Allah…

Tak ada yang salah dengan kecantikan, karena, seperti kata pepatah, kecantikan bukanlah suatu dosa. Tapi sungguh itu tak berarti bahwa setiap wajah yang cantik berhak dijadikan barang tontonan. Kami kaum pria sangat bersedih karena sekarang ini banyak di antara kawan-kawan Ukhti yang gemar memajang wajah cantik mereka di profil Facebook. Juga di blog-blog yang katanya pribadi, tapi nyatanya dapat diakses oleh siapapun.

Ini adalah satu hal yang sangat marak belakangan ini. Satu hal yang dianggap lumrah, sehingga para gadis berjilbab itu memasang pose-pose mereka di foto-foto yang kian hari kian bertambah jumlahnya. Seakan nama saja sudah tidak cukup.

Mohon Ukhti tanyakan pada mereka, apa sesungguhnya tujuan mereka memajang foto tersebut di tempat-tempat publik? Yakni foto dengan gaya yang menggoda serta senyum yang memikat!

Jika tujuan berjilbab itu adalah agar menutupi aurat dan terhindar dari pandangan-pandangan jahat, apakah itu pula yang menjadi tujuan mereka saat bergaya di depan kamera dan memamerkannya pada setiap orang?

Jika berjilbab itu tujuannya adalah mencari ridho Allah, apakah tujuan memperlihatkan foto-foto itupun adalah ridho Allah? Apakah betul Allah akan ridho pada wanita yang melakukan hal itu?

Ukhti yang baik,

Kami kaum pria sangat bersedih menghadapi fenomena ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara gadis-gadis yang fotonya tersebar di seantero jagad ini adalah istri atau calon istri kami. Apakah mereka tidak tahu bahwa foto mereka tersimpan dalam komputer puluhan, ratusan atau bahkan mungkin jutaan pria lain yang tidak berhak? Yang mungkin saja dijadikan sarana oleh para pendosa sebagai ajang bermaksiat? Apakah mereka mengijinkan pria-pria selain suami mereka itu menyimpan foto-foto tersebut?

Ukhti,

Kami kaum pria sangat bersedih mendapati semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah ibu atau calon ibu kami, yang seharusnya menunjukkan caranya menjaga diri, bukan dengan menunjukkan hal-hal yang seharusnya disembunyikan…

Kami kaum pria sangat bersedih menyaksikan semua ini. Mengapa? Karena mungkin saja di antara foto yang tersebar luas itu adalah guru atau calon guru kami, yang seharusnya mendidik dan mengajarkan Al Qur’an serta akhlaqul karimah kepada kami.

Apakah semua ini akan dibiarkan begitu saja tanpa ada penyelesaian? Tanpa ada seorangpun yang berani menegur serta mengingatkannya, memberitahukan bahwa itu adalah sebuah kesalahan? Atau harus menunggu tangan-tangan jahat memanfaatkannya untuk merusak harga diri dan menyebarkan aib yang seharusnya ditutup rapat-rapat?

Ukhti yang baik…

Jazakillah khairan… Terima kasih banyak karena Ukhti tetap pandai menjaga diri dari sekecil apapun celah-celah kealpaan. Tapi tolong sampaikan pula pada kawan-kawan Ukhti, agar merekapun mengikuti jejak ukhti dengan menghapus foto-foto mereka dari Facebook dan blog-blog mereka. Sampaikanlah pada mereka agar menahan diri dari keinginan menunjukkan eksistensi diri di hadapan pria yang tidak berhak.

Jika mereka ingin menunjukkan kepada orang-orang bahwa mereka cantik, cukuplah tunjukkan pada suami mereka saja. Atau orang tua dan anak-anak mereka saja. Karena Allah Maha Tahu segala sesuatu. Jika mereka membutuhkan sanjungan atas kecantikan yang telah dianugerahkan Allah pada mereka, biarlah Allah saja yang menyanjungnya, dengan balasan berlipat-lipat ganda di hari akhirat kelak.

Dan jika mereka ingin kecantikan mereka dikagumi, biarkanlah suami mereka saja yang mengagumi, lalu memberikannya sejuta hadiah cinta yang tidak akan pernah ada bandingnya…

Sementara kami, kaum pria yang tidak atau belum berhak atas itu semua, biarlah asyik masyuk tenggelam dalam do’a, agar dianugerahi istri yang cantik dan shalehah, ibu yang baik dan bersahaja, guru yang taat dan menjaga martabatnya…

Agar Allah mengumpulkan kita kelak di surgaNya. Meraih ridho dan ampunanNya serta dihindarkan dari adzab neraka…

Atas perhatian dari Ukhti, saya ucapkan jazakillah khairal jaza…

Wassalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh

*mari bersama2 saling mengingatkan...

I.D.E. dan H.A.R.A.P.A.N

Waktu telah menunjukkan pukul 00.50 saatku mulai menuliskannya.

Mencoba membuat peta untuk perjalanan kehidupanku di tahun ini.
di satu sisi bentuk baktiku untuk kedua orangtuaku telah memintaku menjadi seorang anak yang mampu memberikan seperti apa yang keduanya harapkan...
segera menyelesaikan studi... segera bisa menemani dan merawat mereka...

"Ayah dan Ibu...
Ini impianku, ingin menjadi anak yang sholih...
Menolong Ayah...Membantu Ibu...
Terus berbakti di negri abadi..."
(Wahai Ayah dan Ibu-Umam)

baktiku untukmu wahai ayah dan ibuku...
sayangku untukmu, ayah dan ibuku...
maafkan putrimu yang terlalu banyak merepotkanmu...
maafkan putrimu yang belum mampu memberikan kebahagiaan untukmu...
maafkan putrimu yang belum bisa membalas semua pengorbananmu...

semoga tulisan ini akan dapat menginagtakan akan tugas2 yang kau berikan...
ku akan upayakan tuk tetap membuatmu tersenyum...
ku persembahkan semua ini untukmu...
sebagai wujud birul walidainku padamu...
Ya Allah Ridhoi permohonan hamba...


sisi lain dalam kehidupanku juga menghendaki tuk mampu berikan yang terbaik lagi...
akupun menyadari bahwasannya ku belum bisa meninggalkanmu...
ku juga merasakan sepi dan sunyinya saat ku harus sendiri...
tanpa kalian yang akan senantiasa mengingatkanku...
tanpa adanya kalian yang akan saling mengokohkan...
dalam satu barisan...menuju cita-cita bersama...

Ya Allah...bimbinglah hamba yang lemah ini...
Hamba menyadari, Engkau akan lebih menyukai hambaMu yang kuat dan tidak mudah mengeluh bahkan menunjukkan kelemahan dirinya...
Namun, hamba benar2 sangat kecil dihadapanmu saat dihadapkan dengan permasalahan yang satu ini ya Allah...

Semoga setiap langkah ini, adalah dengan petunjukMu...
Semoga setiap perkataan ini, adalah untuk mengingatMu...
Smeoga setiap yang ku pilih, adalah pilihan yang terbaik menurutMu...
Amin...Amin...Ya Rabbal'alamin....

Ku Mencari2...

Bismillahirrahmanirrahim...

Awalnya, hal ini berawal dari sebuah perjalanan persahabatan...
di saat perjalanan hidup seorang sahabat, pastinya akan mengalami pasang surut.
kadang kala, dia akan mampu menjadi orang yang sangat mengerti diri ini,
namun kadang dia juga sebagai manusia yang sangat jauh dari sempurna.
dia punya rasa, dia punya keikhlasan, dia juga punya kebosanan...
yach, bisa jadi seorang sahabat akan menjadi tempat untuk meluapkan kekesalan.

bukan untuk mengungkit2 kesalahan atau kekesalan orang lain,
namun andaikan saja dia tahu bagaimana perasaan seorang sahabat yang sekian lama telah berusaha untuk menjadi yang terbaik, meskipun dia belum mampu melihat upaya tersebut...

Wahai Saudaraku...
Wahai Sahabatku...
masih sangat melekat di dalam ingatan ini, saat kumerasakan kegundahan,
dan...kaulah yang dikirim Allah untuk mendengar suara hati ini...
kaulah yang dikirim oleh Sang Penguasa Hati untuk menghapus air mata ini...
Kawan...
Setelah sekian lama mungkin ku belumbisa menjadi seorang Sahabat yang dulu lagi...
Karena diriku sendiri juga sedang menata diri...
jika kau menanyakan tentang keikhlasan...
maka, saat ini itulah yang aku cari...

Entah dengan apa, ku akan bisa menjelaskannya untukmu...
seakan saat ku bertemu denganmu, bibir ii terkunci tuk memulai perbincangan terlebih dahulu...
perlu berulang kali, kini ku harus pikirkan saat ku akan menyampaikan sesuatu...
karena ku sadar bibir ini, sangat dekat dengan kebohongan dan kemunafikan...
hati ini selalu dipenuhi dengan kebimbangan...
seperti halnya yang telah kau sampaikan untukku.

Sahabat...
Aku memang bukanlah teman yang baik untukmu mungkin,
Aku juga bukan orang menyenangkan mungkin...
Aku sangat 'njelehi'... dan apapun itu...
Hanya saja, mungkin ku butuh sedikit waktu...

terima kasih untuk segala yang telah kau perjuangkan...
semoga sedikit tulisan ini, bisa menjadi wakil dari jawaban yang kau harapkan...
'1 senyum' yang telah kukirimkan pada hari jumat...
dan 'sebuah catatan' yang mengikutinya...

'Afwan katsir...asif jiddan...

Rabu, 23 Desember 2009

D.A.N. K.I.N.I.....

sekian lama saya tidak menulis...kini tangan ini kembali tergerak untuk memberikan warna dalam halaman-halaman di dalamnya...

Yach...sekian lama...diri ini bertahan dalam setiap kondisi...
sekian lama diri ini tetap tegak berdiri dalam mencari solusi...
namun...saat q butuhkan orang2 hadir di sekitarQ, kenapa qmerasa kehilangan kalian???

yach...
inilah rahasia Allah...Allah masih sangat sayang padaku...
sehingga, aku harus optimalkan seluruh potensiQ...
namun...apakah begini...

hamba tidak ingin menjadi lilin yang menerangi namun dirinya sendiri habis terbakar..
Qingin banyak belajar dari setiap kejadian...namun q selalu kalah dengan ketidaktegaanq'

ya Allah...bagaimana hamba harus bersikap????
jikalau memang diijinkan...ridhoi langkah hamba untuk mengakhiri ini semua...
karena selama ini hamba telah melupakan kewajiban yang lain...
bismillah ya Allah...
Amin ya rabbal'alamin...

Selasa, 10 November 2009

PROBING-PROMPTING METHOD IN MATH STUDYING FOR STUDENT IN ELEMENTARY SCHOOL TO INCREASE HIGHER ORDER THINKING CABABILITY

Probing prompting is a studying method. Probing-prompting is from word probe and prompt. In pure means, probe is a blunt-ended surgical instrument for exploring a wound or part of the body or a small measuring or testing device, especially an electrode. Beside that, there are other means for it, that probe means an investigation into a crime or other matter, an unmanned exploratory spacecraft, a projecting device on an aircraft for in-flight refueling or on a spacecraft for docking with another craft, and physically explore or examine, also enquire into closely. The second word is prompting, that from ‘prompt’ which have means cause or bring about, if that is used by someone, so that means it cause someone to take course of action, the other means assist or encourage, done or acting without delay, arriving precisely at a prearranged time. So, in the clause of ‘probing-prompting’ have means that in the studying process on the classroom, the teacher will give many question to her students to know how far students know their material. It can make student usually to thinking developer, not just like as be written on the books. Hopefully, this methods can be use from lower level, like in elementary school.
Why elementary school? Because in this level, people or students on the ‘to used’ facet to all aspect on their live. So, this is a good time for us as teacher to built the new capability for higher order on the thinking.
In the some town, maybe the student usually to exercise used higher order thinking on the classroom. But, not for some place in our country which we usually called ‘on the lower element of population’ or the people in the region or village, even on the inland…
So, it our task to make our generation be better from this generation.
There are some people which suggest that the material of study in our education is math. We know that math is the power of science. If we still think that, so when we can be progress people? For it, we also have new task as teacher to make all people awareness it.
To get it, we can use one of some method in math studying. It is a probing-prompting method. So, which this method, student can dig up their knowledge, so they will think and make the relation with knowledge and experience them-self. From one student to other student is differ. So, it can make reduce student afraid for their answer in their class. So, they will get new experience and optimist that her or his answer is good from the other.
With this method, we also can get all student take part in discuss and focus to our lesson. Because, we will give questions to student random. So, all of student must be attend and ready to answer it so, beside it can make our students focus to our lesson, it can make them prepare that material which will study in class. Because, if students not do it, they can not answer our questions.
Maybe it can make our class stretched, so sometimes we can to give icebreaking in our class, like jumping, sit and stand, or the other. We must always smile to our students, so they will not afraid to our lesson in this class.
For students which can correct answer, we must give award for his or her. Its can motivated our students to increase their knowledge. But, to our student which false answer, we also must be value for the courage to delivered their idea.
If it, can be usual in live of our people it can make better our generation, and we can be compete with other country, even development country.

Minggu, 25 Oktober 2009

AKHIRNYA...

yach...meski sekian lama telah meninggalkanmu...

semoga ini awal untuk dapat berbagi dalam pemikiran...
pengin...banyak nulis...
^_^

Mohon do'anya njih...

yang pengin gabung, gabung aja...
saling berbagi untuk melengkapi..^_^

Senin, 06 Juli 2009

Awal Perjalanan di Klaten

alhamdulilah...dengan keluarga baruku, ada budhe, pakdhe, paklek, bulek...lengkap sudah. ketawa bareng, pusing bareng....^_^

Hanya saja,...cobaan ini begitu berat...
Mampkah hamba menjadi warna..???
Ya Allah...Ya Robbi....
Bimbinglah hamba....

Sendiri menyepi....
Tenggelam dalam renungan...
Ada apa aku...seakan kuajauh dari ketenangan....
perlahan kucari....
mengapa diriku hamba...
kembalikan aku pada cahayaMu...yang tetap menyala menerangi hidupku....
(*dikutip dari lirik 'sendiri menyepi', EdCoustic)

Selasa, 02 Juni 2009

RAIH RIDHO-NYA

Tidaklah hidup ini akan bermakna, jika kita tidak mendapatkan ridhoNya.
Sedangkan Ridho Allah bergantung pada Ridho Orang Tua, dan ridho orang-orang yang pernah terdzolimi....

Oleh karena itu, kepada Orang Tuaku di Jogaja, Kakakku tercinta EDY SUBROTO, adikmu yang nakal ini, memohon maaf atas segala kesalahan yang telah kuperbuat, terima kasih atas segala perhatian kasih sayang dan segala usaha yang telah engkau lakukan untuk mengarahkanku kepada jalan yang benar.
Untuk Ibu dan Bapakkua...
Mohon maaf jika putrimu ini, belum bisa memberikan yang terbaik, sering mengecewakan dan belum mampu menjaga amanah yang engkau berikan...
terima kasih atas segala ynag telah engkau berikan, engkau korbankan dengan penuh cinta, kasih dan sayangmu....
Untuk adikku....
Mohon maaf jika mbak belum bisa memberikan contoh yang baik untukmu....
Mohon maaf jika mbak belum bisa memenuhi segala hakmu...
terima aksih atas segala semangadmu....saling mengingatkan ya....

dan kepada seluruh rekaku, saudaraku, yang telah sering kali merasa terdzolimi atas keberadaanku...
mohon diikhlaskan ya....
bentar lagi Danik ujian...mohon do'anya agar diberikan kemudahan, dibukakan pintu berfikir...

Ya Allah hamba mohon ampun atas segala dosa yang telah kuperbuat....
Alhamdulillah...atas segala nikmat yang engkau limpahkan kepadaku....
Bimbinglah hamba ya Allah....
Tuk mampu memberikan yang terbaik bagi orang-orang mencintaiku.
Amien...Amien...ya rabbal'alamin....

Minggu, 24 Mei 2009

REFLEKSI FILSAFAT-Q (setelah 1 semester bersama)

Awal semester genap 2008/2009, menjadi awal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya olehku. Karena dalam semester ini, saat kulihat KRS kumenemukan sebuah tulisan mata kuliah yang akan kuambil, dan salah satunya adalah Mata Kuliah “Filsafat Pendidikan Matematika”. Entah, sangat jauh dari perkiraan dan bayanganku bahwasannya nantinya diriku akan mempelajari matematika dalam bahasa filsafat, yang nantinya akan sangat abstrak dan tidak mudah untuk ditangkap…
Namun ternyata, setelah dua kali, tiga kali ku mencoba mengikuti perkuliahan ini….
Sungguh luar biasa…meski terkadang ku masih kesulitan untuk memahami apa yang dimaksudkan, ku masih belum bias mengungkap arti di balik semua tulisan itu….namun, ada banyak hal baru yang bias kutemukan…
Hakikat????
Idealita???
Realita????
Sifat absolute???
Dan keAlternatifan????
Yah… itulah beberapa hal yang selama cukup aku abaikan. Bagian-bagian yang sangat rawan dan sensitive, namun jarang sekali tersentuh. Baru sedikit saja yang mampu memahami ini…
Meski terkadang, banyak sekali hambatan yang aku temui saat diriku ingin meraih yang disampaikan, namun selalu saja jarang sekali ku mendapatkan waktu yang dapat aku gunakan untuk berselancar lebih jauh mencari hal yang lebih luas…
Hanyalah penyesalan yang aku miliki saat ini. Saat semua sudah akan ada pada penghujungnya, saat semua sudah akan diakhiri, saat sudah disampaikan “selamat jalan”, ku baru menyadari betapa ku membutuhkanmu. Namun…. Mengapa juga diriku masih belum bias sepenuhnya untuk dapat meraihmu???
Ya Allah…ampunilah diriku ini….
Semoga ku dapat mengambil jiwa-jiwa yang telah dituliskan dalam barisan-barisan elegy (yang telah dengan sangat ikhlas) disampaikan oleh Dosen kami sebagai jawaban atas segala kegelisahanku, kesedihanku. Karena manusia tidak ada yang sempurna, namun selalu berusaha untuk mencukupi hal-hal yang dibutuhkan dalam menggapai dan memenuhi beberapa sifat-sifat sempurna itu.
Inilah filsafat…
Alhamdulillah…saya telah diberikan kesempatan untuk mengenalnya…
Alhamdulillah…ada hal baru yang telah kutemukan, yang semakin menguatkan aku dalam setiap kondisi apapun… dan semuanya baru dimulai….SEMANGAD!!!!!
Bismillah…..

DANIK MULYA SARI
06301241025

Senin, 11 Mei 2009

SALING MELENGKAPI dan SALING MENGISI

Kepada semua rekan-rekan yang telah mengunjungi blog ini, silakan mampir menuliskan sedikit saja untukku ya....

Semoga bisa menjadi sarana pembelajaran, amin....

Terima Kasih...
Matur Nuwun...
Jazakumullah...

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Di Antara Pilihan

Di saat semua sudah kucoba tuk kulewati, ternyata....
Ketika kumasuki hal yang baru, akhirnya....
Bahkan pada waktu aku putuskan untuk tidak melakukan apapun, hasilnya.....

Seringkali manusia terkungkung dengan pemikirannya sendiri
Tidakkah kita pernah mencoba untuk memutuskan sendiri....
Tapi, kita juga membutuhkan masukan dari yang lain....
karena manusia itu berbatas....

Ketika gundah telah tiba, kekhawatiran mulai muncul, dan ketidakpastianpun mendatangi....
Keraguan yang nampak di depan mata....

Apa lagi yang dipermasalahkan???
Semua sudah nampak jelas bukan???

Hmmm....
Waktumu tidak banyak....
Janganlah kau sia-siakan...
Kau harus menentukan....
Karena kita akan selalu dalam pilihan....
PILIHAN...PILIHAN...dan PILIHAN....
Kapan akan berakhir????

Ya Allah....
Ya Rabbi....
Yang Menguasai atas diri ini....
Kuserahkan diri ini, namun ku juga ingin melakukannya sendiri....

Wahai Yang Maha Mengetahui....
Kutitipkan senyum ini, tuk bisa tetap kuberikan di atas bumi ni...

Minggu, 10 Mei 2009

ELEGI PERBINCANGAN MATEMATIKA

Bilangan

Ketahuilah bahwa diriku adalah hal yang paling pokok dalam matematika. Karena dengan diriku matematika bias diwujudkan, dan dengan diriku pula matematika bias digunakan.

Matematika ada, ketika diriku ada.

Aljabar

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Aljabar), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Geometri

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Geometri), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Kalkulus

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Kalkulus), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Statistika

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Statistika), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Persamaan dan Pertidaksamaan

Wahai Bilangan, Wahai Aljabar, Wahai Geometri, Wahai Kalkulus, dan Wahai Statistika mengapa engkau perdebatkan hal ini. Bukankah kalian ada, untuk dapat saling melengkapi??? Karena kalian adalah satu kesatuan yang tidak dapat saling dipisahkan.

Mengapa juga kalian harus merasa perbeda sedang kalian masih banyak memiliki kesamaan, sedangkan kami Persamaan dan Pertidaksamaan yang jelas berbeda saja mau berjalan berdampingan untuk mewujudkan aliran kehidupan dalam harmonisasi….

Apakah kau tidak menyadari arti keberadaan kita dalam matematika?

Kita hanyalah bagian kecil dari matematika, bukan???

Lalu?????

Orang Tua Berambut Putih

SELAMAT!!! Persamaan dan Pertidaksamaan ….

Teruslah bergerak dan berusaha…

Kini kau telah lebih dekat dengan proses untuk mencapai titik terang….

Belajarlah untuk lebih memahami…..

wallahu’aam bishowab…semoga segera mendapatkan jawaban

ELEGI MENGGAPA "PERBINCANGAN" melalui BICARA

Saat kita ingin menyampaikan suatu hal, maka saat itu pula kita akan berupaya untuk mengeluarkan segala apa yang ada dan kita miliki.

Sesungguhnya dalam setiap aksi pasti ada reaksi. Dan jika kita memulai, maka aka nada reksi yang diberikan oleh setiap hal yang ada di sekitar kita; manusia lain, hewan, tumbuhan, dan angin dan air….

Banyak hal dan cara yang dapat dilakukan setiap makhluk-Nya dalam berkomunikasi….Komunikasi dengan sesame komunitasnya, komunikasi dengan makhluk Allah yang lain dan yang paling penting adaah bagaimana kita menjagakomunikasi dengan Allah Rabb semesta alam yang menguasai dunia seisinya dan hari pembalasan.

Sesungguhnya perbincangan adalah komunikasi yang terjadi secara dua arah dan berulang-ulang. Perbincangan dengan kedua pihak aktif, perbincangan dengn satu pihak aktif dan pihak lain sebagai pendengar ataupun perbincanan dengan kedua pihak menjadi pendengar dari piahk ketiga yang berbicara.

Perbincangan dengan bahasa lisan, bahasa isyaat ataupun bahasa tubuh??? Perbincangan tidak akan pernah bisa terlepas dari bicara. Karena sesungguhnya, dengan kita bicara, maka akan terjadi perbincangan.

Lalu perbincangan seperti apakah yang menjadi perbincangan yang memiliki kedudukan paling tinggi??? Perbincangan yang memiliki makna yang paling dalam???? Dan perbincangan yang selalu dirindu dan dinanti??? Sebenar-benar perbincangan adalah saat kita menyampaiakannya kepada orang yang tepa, pada saat yang tepat dan dengan cara yang tepat, dan perbincangan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah perbincangan seorang hamba dengan Allah Rabb yang menguasai diri ini. Karena hanya Allahlah yang paling tepat sebagai tempat untuk menyampaikan segala keluh kesah hamba-hamba-Nya, disetiap saat dan kesempatan dimana kita selalu mengingatNya (Dzikrullah), dan dengan merendahkan diri ini dengan penuh pengakua bahwa diri ini tidak memiliki daya apa-apa, diri ini sangatlah lemah tanpa kehendak dari Allah swt. Wallahu’alam bishowab….

Sesungguhnya perbincangan dengan Allahlah yang paling jujur, karena dalam perbincangan ini tidak akan ada yang bisa ditutup-tutupi, tidak akan pernah ada yang dimanipulasi, bahkan seorang manusia yang tidak mengakui agama sekalipun, disaat ia terjepit dia akan melakukan perbincangan dengan Tuhannya, setidaknya untuk meminta pertolongan.

Sesungguhnya tidak memperbincangkan hal-hal yang tidak perlu dan menggunjingkan orang lain, hal ini akan lebih selamat bagi kita. Maka, janganlah berlebih-lebihan saat berbincang-bincang dengan orang lain. Bahkan, jika orang itu tidak satu pemikiran dengan kita. Karena pepatah jawa mengatakan “ajining diri gumanting ana ing lathi” juga “aja waton ngomong, nanging ngomongo naggao waton”.

Sesungguhnya hakikat perbincangan adalah di saat kita bisa merasakan nikmatnya saat kita bisa menyempaikan kepada yang kita tuju, dan kitapun mendapatkan tanggapan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sehingga, dalam perbicanganpun, menjadi syarat perlu bagi kita rasa saling memahami; memahami kondisi, latar belakang, dan keinginan dari rekan perbincangan kita.

Kita tidak ada yang sempurna, namun selalu berusaha untuk menyempurnakan setiap lagkah gerak kita, munuju arah yang lebih baik. Karena sesunguhnya du dunia ini tidak ada yang bersifat absolute selain Allah swt, manusia hanya bisa berusaha untuk menggapai titik yang terdekat….

Kamis, 23 April 2009

MANUSIA, MATEMATIKA, PENDIDIKAN dan PEMBINAAN

seringkali kita menuliskan bahwa diri ini adalah seorang makhluk Allah yang berwujud manusia. Namun, seringkali pula kita kesulitan untuk dapat mendiskripsikan apa manusia itu? dari mana asalnya? untuk apa manusia hidup? dan mau kemana kita setelah kehidupan ini?

Dalam dunia matematika pembuktianpun dilakukan dengan metode seprti di atas. Kita perlu mengetahui, bagaimana kondisi awal dari pernyataan matematika tersebut, apakah ada syarat perlu bahkan syarat cukupnya, hingga proses pembuktiannya, bahkan setelah kita dapat membuktikannya, akan digunakan untuk apakah pernyataan tersebut nantinya? apakah nantinya dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari?

Dan semua itu adalah masa dimana kita mengalami yang namanya proses pendidikan. Proses dimana kita awalnya dalam kondisi yang belum mengetahui, menuju ke posisi kita akan mengetahui, hingga kita sudah mengetahui. lalu setelah kita mengetahui, mau kemana kita?

Perlu fase lagi, dimana kita perlu melakukan penjagaan terhadap pengetahuan yang telah kita miliki, karena sesungguhnya Allahlah yang maha membolak-balikkan hati dan fikiran manusia. Dialah Zat yang Maha Menguasai atas sekalian Alam.

Lalu, cukupkah hanya dijaga tampa adanya upaya untuk peningkatan?
kiranya Pembinaanlah yang akan menjadi jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul di Depan.
Bagaimana kita bisa menambah pengetahuan atas segala hal yang belum diketahui, bagaimana kita bisa melakukan penjagaan terhadap yang sudah dimiliki, dan melakukan peningkatan untuk menjadi insan yang terbaik, dengan senantiasa melakukan Pembinaan-Pembinaan terhadap DIRI.
Bismillah....Menjadi Insan yang terbaik, Selamat Dunia dan Akhirat....

Jumat, 27 Maret 2009

SEKAPUR SIRIH

Assalamu'alaikum....
Selamat Datang di dalia_sholiha.blogspot.com
Selamat Bergabung...
Mohon masukan, kritik, dan saran....
Wassalamu'alaikum....

^_^