Minggu, 24 Mei 2009

REFLEKSI FILSAFAT-Q (setelah 1 semester bersama)

Awal semester genap 2008/2009, menjadi awal yang belum pernah terbayangkan sebelumnya olehku. Karena dalam semester ini, saat kulihat KRS kumenemukan sebuah tulisan mata kuliah yang akan kuambil, dan salah satunya adalah Mata Kuliah “Filsafat Pendidikan Matematika”. Entah, sangat jauh dari perkiraan dan bayanganku bahwasannya nantinya diriku akan mempelajari matematika dalam bahasa filsafat, yang nantinya akan sangat abstrak dan tidak mudah untuk ditangkap…
Namun ternyata, setelah dua kali, tiga kali ku mencoba mengikuti perkuliahan ini….
Sungguh luar biasa…meski terkadang ku masih kesulitan untuk memahami apa yang dimaksudkan, ku masih belum bias mengungkap arti di balik semua tulisan itu….namun, ada banyak hal baru yang bias kutemukan…
Hakikat????
Idealita???
Realita????
Sifat absolute???
Dan keAlternatifan????
Yah… itulah beberapa hal yang selama cukup aku abaikan. Bagian-bagian yang sangat rawan dan sensitive, namun jarang sekali tersentuh. Baru sedikit saja yang mampu memahami ini…
Meski terkadang, banyak sekali hambatan yang aku temui saat diriku ingin meraih yang disampaikan, namun selalu saja jarang sekali ku mendapatkan waktu yang dapat aku gunakan untuk berselancar lebih jauh mencari hal yang lebih luas…
Hanyalah penyesalan yang aku miliki saat ini. Saat semua sudah akan ada pada penghujungnya, saat semua sudah akan diakhiri, saat sudah disampaikan “selamat jalan”, ku baru menyadari betapa ku membutuhkanmu. Namun…. Mengapa juga diriku masih belum bias sepenuhnya untuk dapat meraihmu???
Ya Allah…ampunilah diriku ini….
Semoga ku dapat mengambil jiwa-jiwa yang telah dituliskan dalam barisan-barisan elegy (yang telah dengan sangat ikhlas) disampaikan oleh Dosen kami sebagai jawaban atas segala kegelisahanku, kesedihanku. Karena manusia tidak ada yang sempurna, namun selalu berusaha untuk mencukupi hal-hal yang dibutuhkan dalam menggapai dan memenuhi beberapa sifat-sifat sempurna itu.
Inilah filsafat…
Alhamdulillah…saya telah diberikan kesempatan untuk mengenalnya…
Alhamdulillah…ada hal baru yang telah kutemukan, yang semakin menguatkan aku dalam setiap kondisi apapun… dan semuanya baru dimulai….SEMANGAD!!!!!
Bismillah…..

DANIK MULYA SARI
06301241025

Senin, 11 Mei 2009

SALING MELENGKAPI dan SALING MENGISI

Kepada semua rekan-rekan yang telah mengunjungi blog ini, silakan mampir menuliskan sedikit saja untukku ya....

Semoga bisa menjadi sarana pembelajaran, amin....

Terima Kasih...
Matur Nuwun...
Jazakumullah...

Wassalamu'alaikum wr.wb.

Di Antara Pilihan

Di saat semua sudah kucoba tuk kulewati, ternyata....
Ketika kumasuki hal yang baru, akhirnya....
Bahkan pada waktu aku putuskan untuk tidak melakukan apapun, hasilnya.....

Seringkali manusia terkungkung dengan pemikirannya sendiri
Tidakkah kita pernah mencoba untuk memutuskan sendiri....
Tapi, kita juga membutuhkan masukan dari yang lain....
karena manusia itu berbatas....

Ketika gundah telah tiba, kekhawatiran mulai muncul, dan ketidakpastianpun mendatangi....
Keraguan yang nampak di depan mata....

Apa lagi yang dipermasalahkan???
Semua sudah nampak jelas bukan???

Hmmm....
Waktumu tidak banyak....
Janganlah kau sia-siakan...
Kau harus menentukan....
Karena kita akan selalu dalam pilihan....
PILIHAN...PILIHAN...dan PILIHAN....
Kapan akan berakhir????

Ya Allah....
Ya Rabbi....
Yang Menguasai atas diri ini....
Kuserahkan diri ini, namun ku juga ingin melakukannya sendiri....

Wahai Yang Maha Mengetahui....
Kutitipkan senyum ini, tuk bisa tetap kuberikan di atas bumi ni...

Minggu, 10 Mei 2009

ELEGI PERBINCANGAN MATEMATIKA

Bilangan

Ketahuilah bahwa diriku adalah hal yang paling pokok dalam matematika. Karena dengan diriku matematika bias diwujudkan, dan dengan diriku pula matematika bias digunakan.

Matematika ada, ketika diriku ada.

Aljabar

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Aljabar), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Geometri

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Geometri), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Kalkulus

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Kalkulus), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Statistika

Wahai bilangan, mengapa engkau begitu sombongnya…

Tidakkah kau sadar, bahwa kau tidak akan pernah ada jika tidak digunakan dalam keluarga kami (Statistika), lalu mengapa kau tidak pernah berterima kasih atas nikmat yang telah kau dapatkan?

Tidakkah kau tahu, bahwa kau sangat terbatas, kau memang dapat berbilang, namun akankah kau lupa bahwa kau juga tidak berbilang???semua sangat terbatas….kecuali yang Maha Tak Terbatas

Kau adalah bagian kami, maka sesunguhnya kamilah yang lebih pantas mewakili matematika

Persamaan dan Pertidaksamaan

Wahai Bilangan, Wahai Aljabar, Wahai Geometri, Wahai Kalkulus, dan Wahai Statistika mengapa engkau perdebatkan hal ini. Bukankah kalian ada, untuk dapat saling melengkapi??? Karena kalian adalah satu kesatuan yang tidak dapat saling dipisahkan.

Mengapa juga kalian harus merasa perbeda sedang kalian masih banyak memiliki kesamaan, sedangkan kami Persamaan dan Pertidaksamaan yang jelas berbeda saja mau berjalan berdampingan untuk mewujudkan aliran kehidupan dalam harmonisasi….

Apakah kau tidak menyadari arti keberadaan kita dalam matematika?

Kita hanyalah bagian kecil dari matematika, bukan???

Lalu?????

Orang Tua Berambut Putih

SELAMAT!!! Persamaan dan Pertidaksamaan ….

Teruslah bergerak dan berusaha…

Kini kau telah lebih dekat dengan proses untuk mencapai titik terang….

Belajarlah untuk lebih memahami…..

wallahu’aam bishowab…semoga segera mendapatkan jawaban

ELEGI MENGGAPA "PERBINCANGAN" melalui BICARA

Saat kita ingin menyampaikan suatu hal, maka saat itu pula kita akan berupaya untuk mengeluarkan segala apa yang ada dan kita miliki.

Sesungguhnya dalam setiap aksi pasti ada reaksi. Dan jika kita memulai, maka aka nada reksi yang diberikan oleh setiap hal yang ada di sekitar kita; manusia lain, hewan, tumbuhan, dan angin dan air….

Banyak hal dan cara yang dapat dilakukan setiap makhluk-Nya dalam berkomunikasi….Komunikasi dengan sesame komunitasnya, komunikasi dengan makhluk Allah yang lain dan yang paling penting adaah bagaimana kita menjagakomunikasi dengan Allah Rabb semesta alam yang menguasai dunia seisinya dan hari pembalasan.

Sesungguhnya perbincangan adalah komunikasi yang terjadi secara dua arah dan berulang-ulang. Perbincangan dengan kedua pihak aktif, perbincangan dengn satu pihak aktif dan pihak lain sebagai pendengar ataupun perbincanan dengan kedua pihak menjadi pendengar dari piahk ketiga yang berbicara.

Perbincangan dengan bahasa lisan, bahasa isyaat ataupun bahasa tubuh??? Perbincangan tidak akan pernah bisa terlepas dari bicara. Karena sesungguhnya, dengan kita bicara, maka akan terjadi perbincangan.

Lalu perbincangan seperti apakah yang menjadi perbincangan yang memiliki kedudukan paling tinggi??? Perbincangan yang memiliki makna yang paling dalam???? Dan perbincangan yang selalu dirindu dan dinanti??? Sebenar-benar perbincangan adalah saat kita menyampaiakannya kepada orang yang tepa, pada saat yang tepat dan dengan cara yang tepat, dan perbincangan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah perbincangan seorang hamba dengan Allah Rabb yang menguasai diri ini. Karena hanya Allahlah yang paling tepat sebagai tempat untuk menyampaikan segala keluh kesah hamba-hamba-Nya, disetiap saat dan kesempatan dimana kita selalu mengingatNya (Dzikrullah), dan dengan merendahkan diri ini dengan penuh pengakua bahwa diri ini tidak memiliki daya apa-apa, diri ini sangatlah lemah tanpa kehendak dari Allah swt. Wallahu’alam bishowab….

Sesungguhnya perbincangan dengan Allahlah yang paling jujur, karena dalam perbincangan ini tidak akan ada yang bisa ditutup-tutupi, tidak akan pernah ada yang dimanipulasi, bahkan seorang manusia yang tidak mengakui agama sekalipun, disaat ia terjepit dia akan melakukan perbincangan dengan Tuhannya, setidaknya untuk meminta pertolongan.

Sesungguhnya tidak memperbincangkan hal-hal yang tidak perlu dan menggunjingkan orang lain, hal ini akan lebih selamat bagi kita. Maka, janganlah berlebih-lebihan saat berbincang-bincang dengan orang lain. Bahkan, jika orang itu tidak satu pemikiran dengan kita. Karena pepatah jawa mengatakan “ajining diri gumanting ana ing lathi” juga “aja waton ngomong, nanging ngomongo naggao waton”.

Sesungguhnya hakikat perbincangan adalah di saat kita bisa merasakan nikmatnya saat kita bisa menyempaikan kepada yang kita tuju, dan kitapun mendapatkan tanggapan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Sehingga, dalam perbicanganpun, menjadi syarat perlu bagi kita rasa saling memahami; memahami kondisi, latar belakang, dan keinginan dari rekan perbincangan kita.

Kita tidak ada yang sempurna, namun selalu berusaha untuk menyempurnakan setiap lagkah gerak kita, munuju arah yang lebih baik. Karena sesunguhnya du dunia ini tidak ada yang bersifat absolute selain Allah swt, manusia hanya bisa berusaha untuk menggapai titik yang terdekat….